Kisah Nurul Akmal: Prestasi Global, Kepastian Masa Depan Lokal
TIMES Aceh/Nurul Akmal, atlet Indonesia dengan prestasi internasional membagikan momen dirinya menjadi PPPK Paruh Waktu di Instagram pribadinya, @nurulakmal_12.

Kisah Nurul Akmal: Prestasi Global, Kepastian Masa Depan Lokal

Atlet angkat besi nasional Nurul Akmal resmi menjadi PPPK Paruh Waktu. Keluarga menilai status tersebut belum sebanding dengan prestasi dan pengabdian sang lifter di level internasional.

TIMES Aceh,Minggu 1 Februari 2026, 13:28 WIB
8.7K
R
Rochmat Shobirin

ACEHPengabdian panjang Nurul Akmal di pentas olahraga internasional belum sepenuhnya berbanding lurus dengan jaminan masa depan yang ia terima. Lifter nasional asal Aceh itu resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu atau PPPK Paruh Waktu pada Kamis (29/1/2026) di Banda Aceh.

Pengangkatan tersebut menjadi perhatian publik setelah Nurul membagikan momen itu melalui akun Instagram pribadinya, @nurulakmal_12. Dalam unggahan tersebut, ia tampak mengenakan seragam Korpri dengan narasi rasa syukur, meski disertai ekspresi emosional yang menggambarkan kekecewaan.

Status paruh waktu dinilai belum mencerminkan rekam jejak prestasi Nurul selama bertahun-tahun membela Indonesia. Kondisi ini berbeda dengan atlet lain. Sejumlah atlet berprestasi lain mendapatkan penugasan sebagai perwira TNI, Polri, maupun aparatur sipil negara berstatus penuh, sementara Nurul hanya memperoleh kontrak kerja terbatas.

Ayah Nurul, Hasballah, menyebut kondisi itu menyisakan rasa tidak adil bagi keluarganya. Ia berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden RI Prabowo Subianto, dapat memberi perhatian terhadap nasib atlet yang telah lama mengharumkan nama bangsa.

“Ada atlet yang sudah memberikan seluruh kemampuannya untuk negara, tapi masa depannya masih belum jelas,” ujar Hasballah, Sabtu (31/1/2026).

Ditemukan dari Kampung, Menggema hingga Olimpiade

Perjalanan Nurul Akmal di dunia angkat besi bermula dari peristiwa sederhana. Pada 2010, saat masih duduk di bangku SMA, bakatnya terpantau oleh pelatih angkat besi Aceh, Efendi Eria, ketika Nurul membantu mengangkat padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong.

Sejak saat itu, latihan intensif membentuknya menjadi salah satu lifter putri terbaik Indonesia. Seperti saat meraih emas Asian Games 2018 dan puncaknya terjadi ketika Nurul berhasil menembus Olimpiade Tokyo 2020 di kelas berat (+81kg), sebuah capaian yang jarang terjadi bagi atlet angkat besi Indonesia yang selama ini lebih dominan di kelas ringan.

Keikutsertaannya di Olimpiade juga mencatatkan sejarah tersendiri. Nurul, atlet kelahiran 12 Februari 1993 ini menjadi atlet asal Aceh pertama yang tampil di ajang Olimpiade setelah jeda lebih dari tiga dekade.

Selain Olimpiade, koleksi prestasi Nurul mencakup medali emas Asian Games 2018 (test event), perak Islamic Solidarity Games 2017, serta medali perak SEA Games 2021 dan 2023.

Menunggu Kepastian Negara

Hasballah mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan keluarga untuk memperjuangkan kepastian masa depan Nurul sebagai aparatur negara. Harapan yang sebelumnya disematkan sejak Olimpiade Tokyo belum membuahkan hasil hingga berakhirnya pemerintahan sebelumnya.

“Kami berharap ada kebijakan yang lebih berpihak. Tidak hanya soal hari ini, tapi juga jaminan masa depan atlet setelah mereka selesai bertanding,” katanya.

Bagi keluarga, status PPPK Paruh Waktu belum sepadan dengan dedikasi Nurul Akmal yang telah lebih dari satu dekade membawa Merah Putih di berbagai kejuaraan internasional. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Tim Redaksi