BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi
BMKG peringatkan potensi gelombang hingga 2,5 meter di perairan barat selatan Aceh akibat penumpukan massa udara. Nelayan dan kapal penumpang diminta waspada.
Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi para nelayan dan pelaku aktivitas kelautan di wilayah barat selatan Aceh. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi gelombang laut yang diprakirakan mencapai ketinggian 2 hingga 2,5 meter.
Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rijal Sains Fikri, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh adanya penumpukan massa udara di wilayah Samudera Indonesia bagian barat Aceh. Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan tinggi gelombang di perairan sekitarnya.
“Ketinggian gelombang laut ini harus diwaspadai oleh nelayan dan pelaku aktivitas di laut,” tegas Rijal Sains Fikri kepada ANTARA di Meulaboh, Jumat (23/1/2026).
Dampak Terhadap Aktivitas Pelayaran
Tingginya gelombang ini diprediksi akan menghambat operasional nelayan dalam mencari ikan. Tak hanya itu, layanan transportasi laut, termasuk kapal penumpang dan logistik, juga berpotensi mengalami gangguan akibat kondisi cuaca tersebut.
BMKG juga mengingatkan warga yang berada di kawasan pesisir pantai untuk tetap berhati-hati, karena gelombang tinggi bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan aktivitas di tepi pantai.
Mengingat risiko yang cukup besar di laut lepas, para nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil diminta ekstra waspada agar terhindar dari kecelakaan laut.
“BMKG juga mengimbau para nelayan agar berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut lepas, karena ketinggian gelombang tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya gangguan para nelayan, dan membahayakan aktivitas kapal laut milik nelayan,” tutup Rijal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



