BPBD Aceh Tengah: Jembatan Gantung Jadi Jalur Alternatif Pascabanjir Bandang
Akses menuju sejumlah desa terisolir di Aceh Tengah mulai terbuka pascabanjir bandang. Kendaraan roda dua kini dapat melintasi jembatan gantung dan jalur alternatif.
ACEH TENGAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah melaporkan bahwa akses menuju sejumlah desa yang sempat terisolir akibat banjir bandang kini mulai pulih. Kendaraan roda dua dilaporkan sudah dapat melintasi jalur tersebut melalui jembatan alternatif.
Kondisi ini terjadi setelah jembatan darurat di wilayah tersebut ambruk diterjang banjir bandang pada tiga hari lalu. Sebagai solusi sementara, warga mulai memanfaatkan fasilitas jembatan gantung yang tersedia di beberapa titik.
"Sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, di sana ada jembatan gantung," ujar Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Jumat (3/4/2026).
Sebelumnya, intensitas hujan yang tinggi pada Selasa (31/3) memicu banjir bandang di wilayah Aceh Tengah. Bencana tersebut merusak sejumlah jembatan darurat yang dibangun oleh TNI dan menyebabkan tiga akses jalan utama terputus akibat tanah longsor.
Data BPBD mencatat, jembatan darurat yang putus hingga menyebabkan sepuluh desa terisolir meliputi jembatan Kala Ili di Kecamatan Linge, serta jembatan Burlah dan Bergang di Kecamatan Ketol. Selain itu, akses jalan di kawasan Bintang – Simpang Kraft juga sempat lumpuh total.
Andalika menjelaskan, warga di desa yang terdampak kini dapat menggunakan jembatan gantung di kawasan Burlah dan Kala Ilee untuk mobilitas harian.
"Jembatan gantung ada di Burlah dan jembatan gantung Kala Ili. Untuk jembatan Bergang masih bisa dilewati dengan kendaraan roda dua," tuturnya.
Terkait perbaikan infrastruktur permanen, pihak BPBD menyampaikan bahwa pembangunan kembali jembatan yang rusak tersebut sedang dalam proses perencanaan. Rencananya, jembatan-jembatan tersebut akan diganti dengan struktur jembatan bailey.
Sementara itu, untuk jalan provinsi di kawasan Bintang – Simpang Kraft yang menghubungkan Aceh Tengah dengan Kabupaten Gayo Lues, saat ini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.
"Jalan status provinsi (Bintang – Sp Kraft) yang bertemu dengan jalan nasional Takengon–Gayo Lues sudah bisa dilewati," tambah Andalika.
Dengan terbukanya akses untuk kendaraan roda dua, BPBD memastikan kebutuhan pokok dan aktivitas sehari-hari masyarakat yang berada di seberang jembatan mulai terpenuhi kembali secara bertahap. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

