BNPB Waspadai Eskalasi Titik Api di Aceh, Tiga Wilayah Ini Jadi Kluster Karhutla
BNPB memperingatkan potensi perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa kabupaten Provinsi Aceh akibat cuaca panas ekstrem dan embusan angin kencang.
ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kondisi cuaca panas yang disertai embusan angin kencang berpotensi memperluas sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang sangat kering menjadi pemicu utama percepatan rambatan api pada vegetasi lahan yang rapuh dan mudah terbakar.
"Hasil pemantauan visual, api belum berhasil dipadamkan dan masih dalam penanganan. Diperkirakan api masih bisa meluas mengingat kondisi cuaca saat ini panas dan angin kencang," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengonfirmasi, berdasarkan laporan yang diterima hingga Minggu (31/5/2026), eskalasi titik api terbesar saat ini terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Luas lahan yang hangus terbakar di wilayah tersebut sementara ini telah mencapai 17 hektare.
Kebakaran di Nagan Raya melanda kawasan Gampong Kayee Uneo di Kecamatan Darul Makmur serta Gampong Babah Lueng di Kecamatan Tripa Makmur. Di dua lokasi ini, tim gabungan tengah mengerahkan dua unit mesin pompa air guna memblokade pergerakan rambatan api agar tidak meluas ke permukiman.
Kondisi Karhutla di Tiga Kabupaten Aceh
Selain Nagan Raya, amukan si jago merah dalam waktu yang bersamaan juga dilaporkan melanda beberapa wilayah lain di Serambi Mekah. Seperti di Kabupaten Aceh Barat, kebakaran menghanguskan sedikitnya dua hektare lahan di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon. Hingga saat ini, operasi pemadaman darat masih terus bergulir lantaran bara api di lapisan bawah tanah (gambut) belum sepenuhnya padam dan masih menyisakan asap.
Di Kabupaten Aceh Tengah, kluster karhutla yang sempat menghanguskan tiga hektare lahan di Kecamatan Ketol, Bebesen, dan Kebayakan, dipastikan telah berhasil dipadamkan secara total oleh petugas pemadam kebakaran setempat dibantu warga.
BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, mengingat kombinasi cuaca panas dan angin kencang saat ini sangat berbahaya dan dapat memicu kebakaran skala besar dalam waktu singkat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

