https://aceh.times.co.id/
Berita

Kisah Relawan Makelar Akherat Bondowoso Sebulan Bantu Korban Banjir di Aceh Tamiang

Senin, 12 Januari 2026 - 10:36
Kisah Relawan Makelar Akherat Bondowoso Sebulan Bantu Korban Banjir di Aceh Relawan Makelar Akherat Bondowoso saat melakukan aksi kemanusiaan untuk korban bencana banjir di Aceh Tamiang (FOTO: Dokumen pribadi)

TIMES ACEH, BONDOWOSO – Banjir bandang yang melanda Sumatera dan Aceh banyak mendapatkan perhatian sejumlah pihak. Para relawan dari berbagai daerah datang untuk memberikan bantuan, tak terkecuali Komunitas Makelar Akherat Bondowoso. 

Secara keseluruhan, 16 relawan Makelar Akherat Bondowoso terlibat dalam misi ini secara bergantian sejak 9 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Aksi kemanusiaan terhadap korban banjir bandang Aceh Tamiang ditunjukkan oleh Komunitas Makelar Akherat Bondowoso sejak 3 Desember 2025. Saat itu relawan mulai melakukan penggalangan dana secara mandiri dengan ccara 'ngamen' di persimpangan traffic light di Bondowoso, disertai donasi online dari masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Selanjutnya pada 9 Desember 2025, sebanyak 8 relawan diberangkatkan ke Kabupaten Aceh Tamiang dan membuka posko pertama di depan RSUD Tamiang. Di posko ini, relawan Makelar Akherat bergabung dengan Lapak Makan Dhuafa Bandung untuk mengoperasikan dapur umum bagi warga terdampak banjir.

Melalui dapur umum tersebut, relawan memproduksi dan mendistribusikan sekitar 3.000 bungkus nasi untuk warga di sekitar Desa Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. 

Relawan-Makelar-Akherat-Bondowoso-2.jpg

Bantuan makanan menjadi kebutuhan mendesak, mengingat banjir besar telah melumpuhkan aktivitas warga dan akses logistik.

Banjir yang melanda Aceh Tamiang tercatat sebagai salah satu yang terparah. RSUD Tamiang terendam hingga 8 meter selama tiga hari, menyebabkan layanan kesehatan lumpuh total. Kondisi ini turut memperparah penderitaan warga, terutama kelompok rentan.

Leader Makelar Akherat Bondowoso, dr. Yusdeny Lanasakti, Sp.PD mengatakan, persoalan terbesar yang dihadapi relawan dan warga adalah krisis air bersih.

Menurutnya, di posko pertama, relawan Makelar Akherat membantu operasional dapur umum, pemulihan akses air bersih, serta distribusi bantuan. 

“Kendala terberat adalah tidak adanya air bersih. Selama kurang lebih delapan hari, banyak warga tidak bisa mandi,” ujar dr. Yusdeny, Senin (12/1/2026). 

Menurutnya, Makelar Akherat Bondowoso merupakan komunitas relawan pegiat sosial dan kemanusiaan yang aktif terlibat dalam berbagai respons kebencanaan. “Dalam misi Aceh Tamiang, kami membangun kolaborasi luas dengan berbagai relawan dan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Resource Development Makelar Akherat, Yanuar Harry Pratama menambahkan, komunitasnya bekerja sama dengan banyak komunitas, seperti LapakMakan Dhuafa Bandung untuk dapur umum, Komunitas Kopi Medan untuk pembelanjaan logistik, Toyota Land Cruiser Medan dan IOF Sumatera Utara untuk distribusi di medan berat, serta Irbox dan Warga Jaga Bumi untuk dukungan logistik di posko kedua. 

Yanuar menambahkan, total donasi yang berhasil dihimpun Makelar Akherat mencapai lebih dari Rp500 juta, berasal dari hasil ‘ngamen’ di jalanan Bondowoso serta donasi online dari donatur nasional.

Seiring melimpahnya logistik di posko pertama, pada 27 Desember 2025 relawan memindahkan pusat kegiatan ke posko kedua di Dusun Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. 

“Wilayah ini merupakan daerah hulu sungai dengan tingkat kerusakan paling parah. Ketinggian banjir mencapai hingga 12 meter, bahkan beberapa dusun dilaporkan tertimbun kayu dan material banjir,” paparnya. 

Di posko kedua kata dia, relawan menjalankan berbagai program pemulihan, mulai dari pipanisasi air bersih, pembersihan sumur warga, penerangan rumah, distribusi logistik, bantuan mesin senso, mesin sedot air, genset, dapur umum, santunan warga, hingga bantuan alat masak, tabung gas LPG, Al-Qur’an, dan tandon air. Bantuan ini disalurkan ke sejumlah dusun dan desa terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia juga mengungkapkan sejumlah pengalaman para relawan. Dimana dr. Yusdeny bersama 7 relawan lainnya di posko pertama susah mendapatkan air bersih sehingga tidak mandi 8 hari dan tidak buang air besar selama tiga hari awal. 

Menurutnya, untuk warga Tenggulun merasa sangat senang karena bisa menghubungi keluarganya, setelah dua pekan tidak ada sinyal. “Kami juga bawa genset dan starlink,” imbuhnya. 

Kemudian posko ke 2 di Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, posko Makelar Akherat berada di salah satu rumah warga. “Ketika kami pamit pulang, semua warga menangis, ikatan emosi yang erat salama 2 minggu kami di sana,” kenang Yanu. 

Yanu menegaskan, bahwa proses pemulihan masih panjang dan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari para donatur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada donatur dari seluruh Indonesia, khususnya masyarakat Bondowoso. Uluran tangan masih sangat dibutuhkan agar pemulihan warga Aceh Tamiang dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Aceh just now

Welcome to TIMES Aceh

TIMES Aceh is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.