Dokter RSUD Pandega Pangandaran: Penyakit Jantung Bawaan Bisa Terdeteksi Sejak Dini
TIMES Aceh/Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Pandega Pangandaran sedang memberikan edukasi terkait penyakit jantung bawaan. (Foto : Acep Rifki Padilah/TIMES Indonesia)

Dokter RSUD Pandega Pangandaran: Penyakit Jantung Bawaan Bisa Terdeteksi Sejak Dini

Beberapa jenis penyakit jantung bawaan yang sering ditemukan antara lain lubang pada sekat jantung, penyempitan katup atau pembuluh darah, serta kelainan posisi pembuluh darah besar.

TIMES Aceh,Kamis 5 Februari 2026, 22:18 WIB
56.6K
A
Acep Rifki Padilah

PANGANDARANPenyakit jantung bawaan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Padahal, kelainan jantung ini sudah terjadi sejak bayi masih dalam kandungan dan dapat berdampak serius apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Pandega Pangandaran, dr Nalagafiar Puratmaja, Sp.JP, menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung atau pembuluh darah besar yang terbentuk sebelum bayi dilahirkan.

"Penyakit jantung bawaan terjadi akibat gangguan pembentukan jantung saat masa kehamilan. Kondisinya bisa ringan hingga berat, tergantung jenis dan tingkat kelainannya," ujar dr. Nalagafiar saat memberikan edukasi ruang tunggu poliklinik di RSUD Pandega Pangandaran, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, beberapa jenis penyakit jantung bawaan yang sering ditemukan antara lain lubang pada sekat jantung, penyempitan katup atau pembuluh darah, serta kelainan posisi pembuluh darah besar.

Gejala yang muncul pun bervariasi, mulai dari sesak napas, mudah lelah, pertumbuhan anak yang lambat, hingga warna kebiruan pada bibir dan ujung jari.

"Pada kasus ringan, gejala bisa tidak terlihat jelas dan baru terdeteksi saat anak beranjak besar atau bahkan saat dewasa. Karena itu, pemeriksaan dini sangat penting," jelasnya.

dr Nalagafiar menegaskan, deteksi penyakit jantung bawaan sebenarnya dapat dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan antenatal yang rutin, termasuk pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Setelah lahir, skrining lanjutan dan pemeriksaan jantung dapat membantu memastikan kondisi bayi.

Ia juga menekankan bahwa tidak semua penyakit jantung bawaan memerlukan tindakan operasi. Beberapa kasus cukup dipantau secara berkala, sementara kasus lain memerlukan pengobatan khusus atau tindakan intervensi medis sesuai indikasi.

"Yang terpenting adalah diagnosis yang tepat dan penanganan sesuai kebutuhan pasien. Dengan penanganan yang baik, penderita jantung bawaan dapat menjalani kualitas hidup yang optimal," katanya.

Sebagai upaya pencegahan, dr. Nalagafiar mengimbau ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya, menjaga pola hidup sehat, serta menghindari faktor risiko seperti infeksi, konsumsi obat tanpa anjuran dokter, dan paparan zat berbahaya selama kehamilan.

Ia berharap, peningkatan kesadaran masyarakat tentang penyakit jantung bawaan dapat mendorong deteksi lebih dini dan penanganan yang lebih optimal, sehingga risiko komplikasi dapat ditekan sejak awal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Tim Redaksi