CAS Tangguhkan Sanksi FIFA, Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Bisa Main
TIMES Aceh/Penangguhan sanksi ini memberi ruang bernapas bagi tim nasional Malaysia yang tengah membangun kekuatan kompetitif di level Asia.

CAS Tangguhkan Sanksi FIFA, Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Bisa Main

CAS menangguhkan sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Mereka tetap bisa bermain hingga putusan akhir keluar.

TIMES Aceh,Selasa 27 Januari 2026, 14:14 WIB
202.1K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAKetegangan panjang antara federasi sepak bola Malaysia dan otoritas tertinggi sepak bola dunia memasuki babak baru. Tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh FIFA kini mendapat angin segar setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menangguhkan sementara hukuman tersebut.

Keputusan ini memungkinkan ketujuh pemain tetap tampil di seluruh aktivitas sepak bola sambil menunggu putusan akhir atas banding yang diajukan Football Association of Malaysia (FAM). Informasi itu disampaikan federasi pada Selasa (27/1/2026), menandai jeda penting dalam sengketa yang sempat mengguncang kredibilitas proses naturalisasi pemain di kawasan Asia Tenggara.

Sanksi FIFA dan Polemik Dokumen Naturalisasi

Kasus ini bermula pada September 2025, ketika FIFA menjatuhkan denda sebesar 350 ribu franc Swiss kepada FAM. Selain sanksi finansial, tujuh pemain yang berasal dari Argentina, Brasil, Belanda, dan Spanyol juga dihukum larangan bermain selama 12 bulan. FIFA menilai terdapat penggunaan dokumen tidak sah dalam proses naturalisasi mereka.

Ketujuh pemain tersebut—Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Héctor Hevel—sebelumnya sempat tampil bersama Harimau Malaya, termasuk dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam yang dimenangi Malaysia.

FIFA menegaskan bahwa hasil investigasinya menemukan perbedaan signifikan antara klaim federasi Malaysia dan dokumen asli yang diperoleh langsung dari negara asal para pemain. Klaim FAM bahwa para pemain memiliki kakek atau nenek kelahiran Malaysia dinilai tidak sepenuhnya dapat dibuktikan.

CAS Beri Ruang Sementara bagi Pemain

Dalam pernyataannya, FAM menyebut CAS telah mengabulkan permohonan stay of execution atau penangguhan pelaksanaan sanksi. Artinya, larangan bermain selama satu tahun yang dijatuhkan FIFA tidak berlaku sementara waktu.

“Para pemain kini diizinkan melanjutkan karier dan berpartisipasi dalam seluruh aktivitas sepak bola hingga CAS mengeluarkan putusan final,” tulis federasi Malaysia. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan keputusan akhir tersebut akan diumumkan.

Implikasi bagi Timnas Malaysia

Penangguhan sanksi ini memberi ruang bernapas bagi tim nasional Malaysia yang tengah membangun kekuatan kompetitif di level Asia. Di sisi lain, kasus ini juga menjadi sorotan luas tentang tata kelola naturalisasi pemain dan ketatnya pengawasan FIFA terhadap keabsahan status kewarganegaraan atlet.

Apa pun hasil akhir banding di CAS, sengketa ini berpotensi menjadi preseden penting bagi federasi-federasi lain yang mengandalkan jalur naturalisasi untuk memperkuat tim nasional mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Tim Redaksi