Misi Syifa Rauzatul Husna Menenun Asa Generasi Muda Aceh Tanpa Narkoba
Miss Anti Narkoba Polda Aceh, Syifa Rauzatul Husna. (FOTO: Syifa for TIMES Indonesia)

Misi Syifa Rauzatul Husna Menenun Asa Generasi Muda Aceh Tanpa Narkoba

Sebagai anak tunggal, Syifa tumbuh menjadi sosok mandiri yang kini mendedikasikan energinya untuk menyuarakan bahaya laten narkotika di kalangan pemuda Serambi Mekkah.

TIMES Aceh,Selasa 14 April 2026, 15:54 WIB
566
W
Wandi Ruswannur

ACEHDi balik parasnya yang kerap menghiasi layar sebagai model, Syifa Rauzatul Husna menyimpan tekad baja untuk membawa perubahan bagi tanah kelahirannya - Kabupaten Pidie Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam. 

Syifa - begitu perempuan berusia 24 tahun ini akrab dipanggil, bukanlah sekadar mahasiswi Manajemen di Universitas Terbuka yang sibuk mengelola usaha perawatan kulit miliknya. 

Sebagai anak tunggal, Syifa tumbuh menjadi sosok mandiri yang kini mendedikasikan energinya untuk menyuarakan bahaya laten narkotika di kalangan pemuda Serambi Mekkah.

Langkah Syifa dalam dunia advokasi bukanlah sekadar retorika belaka. Ia tercatat aktif sebagai pengurus DPW salah satu partai di Provinsi Aceh sekaligus menjadi bagian dari jajaran pengurus BM partai yang sama hingga saat ini. 

Melalui wadah organisasi tersebut, ia gencar mengedukasi rekan sesama mahasiswa mengenai pentingnya gaya hidup sehat dan dampak destruktif zat terlarang yang dapat memutus mata rantai impian masa depan bangsa.

Misi Kemanusiaan di Jalur Advokasi

Kemudian lebih lanjut dalam hal ini keaktifan Syifa dalam berbagai isu sosial terlihat jelas dari kehadirannya dalam agenda strategis daerah. 

Ia turut serta dalam rapat kerja dan evaluasi fungsi reserse jajaran Polda Aceh tahun anggaran 2025, serta hadir di pembukaan ajang motocross dan gasstrack Aceh Anti Narkoba Trophy Kapolda Aceh pada tahun yang sama. 

"Saya meyakini bahwa keterlibatan tokoh muda dalam kegiatan formal seperti ini merupakan kunci untuk memperluas jangkauan edukasi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (14/4/2026).

Menurut pandangan Syifa saat memaparkan visi gerakannya, bahwa generasi muda adalah harapan bangsa dan di tangan merekalah masa depan ditentukan, namun ancaman narkoba terus mengintai dan dapat merusak mimpi semua. 

Ia juga kerap membagikan pesan-pesan positif tersebut melalui akun media sosial Instagram @syifarauzatulhsna dan tiktok @secondcipaa1 miliknya agar lebih relevan dengan gaya komunikasi remaja saat ini.

Menembus Tantangan Menjadi Teladan

Menjadi seorang duta tentu membawa tanggung jawab besar bagi Syifa, terutama dalam menjaga konsistensi sebagai teladan baik di dunia nyata maupun maya. 

Dia menyadari bahwa tantangan terbesar adalah menghadapi kurangnya kesadaran masyarakat dan teman sebaya serta tekanan sosial dari lingkungan yang mungkin tidak mendukung nilai-nilai yang ia bawa. 

"Saya juga mengaku bahwa manajemen waktu antara pendidikan, pekerjaan, dan tugas organisasi seringkali menguji ketahanan," katanya sembari tersenyum manis di tengah kesibukannya selama ini.

Meskipun demikian, Syifa melihat peluang besar untuk terus mengasah kemampuan komunikasi publiknya melalui kampanye kreatif di seminar maupun konten video digital. 

Lalu dirinya dengan sekuat tenaga terus berupaya mendorong dukungan dari berbagai pihak mulai dari orang tua hingga pemerintah daerah agar gerakan ini menjadi berkelanjutan. 

"Bagi saya, tentunya dengan memperluas relasi dengan lembaga seperti Badan Narkotika Nasional, misi mengurangi angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar akan semakin nyata hasilnya," ungkapnya.

Harapan untuk Masa Depan Gemilang

Dukungan penuh dari orang tua dan teman merupakan fondasi utama bagi Syifa dalam menjalankan peran berat ini.

Ia bermimpi dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif di mana remaja Aceh merasa kuat untuk menolak ajakan negatif dan cerdas dalam memilih pergaulan. 

Melalui pendekatan yang tidak menghakimi, lebih jauh Syifa ingin merangkul setiap individu agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Syifa menegaskan bahwa dengan menjauhi narkoba, setiap pemuda sebenarnya sedang menjaga martabat keluarga dan kedaulatan bangsa. 

"Tanpa dukungan dan kebersamaan, peran ini memang terasa berat namun saya yakin bisa membawa perubahan nyata di lingkungan sekitar," tuturnya dengan nada penuh keyakinan. 

Dia menutup ajakannya dengan pesan agar setiap anak muda mengisi waktu dengan kegiatan produktif seperti olahraga dan mengejar prestasi demi mewujudkan masa depan yang gemilang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Aceh, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.