Wakil I Inong Aceh 2025, Nursyifa Syawani. (FOTO: Syifa for TIMES Indonesia)

Mengenal Nursyifa Syawani dan Inspirasinya dalam Menggerakkan Pelestarian Budaya dan Wisata

Lewat kreativitas digital, Syifa memproduksi konten promosi destinasi lokal serta aktif dalam bantuan kemanusiaan pascabencana dan edukasi kesehatan.

TIMES Aceh,Rabu 29 Juli 2026, 20:54 WIB
69
W
Wandi Ruswannur

ACEHLangkah kaki Nursyifa Syawani, mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Darussalam Lhokseumawe, Provinsi Aceh, melangkah mantap di ranah pengabdian masyarakat. 

Gadis cantik berusia 22 tahun asal Aceh Utara ini merupakan anak kedua dari empat bersaudara yang memiliki kegemaran menjelajah alam serta berolahraga. 

Di tengah kesibukan akademisnya, ia berhasil mengukir berbagai prestasi membanggakan, seperti meraih predikat Inong Aceh Utara 2025 hingga melangkah sebagai Wakil I Inong Aceh di tahun yang sama. 

Tidak hanya di bidang duta wisata, Syifa juga menorehkan prestasi membanggakan sebagai Top 6 Duta Muda Bank Indonesia Provinsi Aceh 2026 serta meraih Juara II Hifzil Qur'an 20 Juz. 

Selain itu, ia juga kerap aktif membagikan kisah inspirasi kesehariannya melalui akun media sosial Instagram miliknya di @nursyifa.syawani.

Gagasan Pemberdayaan dan Wisata Berkelanjutan

Aktivitas Syifa fokus pada pelestarian budaya, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pemberdayaan generasi muda.

Ia menggerakkan program wisata BANGKIT Aceh Utara dan rutin mengedukasi masyarakat mengenai sejarah daerah. 

Lewat kreativitas digital, Syifa sapaan akrabnya memproduksi konten promosi destinasi lokal serta aktif dalam bantuan kemanusiaan pascabencana dan edukasi kesehatan. 

Kolaborasi lintas komunitas terus dibangun demi mengampanyekan kelestarian lingkungan. Pengalaman ini membentuknya menjadi pembicara yang kerap menyebarkan pesan positif dalam berbagai kegiatan sosial.

Menjawab Tantangan Zaman Lewat Media Digital

Di era modern, Syifa melihat peluang besar pada peran media digital untuk memperkenalkan warisan Serambi Mekkah. Namun, ia menyadari tantangan nyata berupa minimnya minat sebagian pemuda terhadap budaya lokal. 

Menurut penjelasan Syifa, bahwa diperlukan pendekatan khusus yang lebih kreatif, inovatif, dan relevan agar warisan daerah tetap diminati masyarakat khususnya generasi muda. 

"Melalui pemanfaatan media sosial secara bijak, gagasan pelestarian budaya dapat dikemas menarik tanpa menghilangkan esensi nilainya," ujarnya penuh semangat dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Harapan dan Ajakan untuk Generasi Muda

Dukungan penuh dari orang tua, keluarga, mentor, serta rekan-rekan menjadi bahan bakar utama baginya untuk terus berkarya. Ke depan, ia berharap gerakannya dapat membangun kesadaran kolektif yang berkelanjutan dalam menjaga warisan daerah. 

Syifa berpesan agar anak muda tidak ragu mengambil peran dalam perubahan. "Mari bersama-sama menjaga budaya, mencintai daerah kita, memanfaatkan media sosial untuk hal bermanfaat, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi Aceh," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Aceh, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.