Haedar Nashir, Sosok Tenang dan Lembut yang Berhasil Menginternasionalkan Muhammadiyah
Pembawaannya tenang dan lembut. Orasinya tak pernah berapi-api namun serat akan subtansi. Ya, dia adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. ...
SOLO – Pembawaannya tenang dan lembut. Orasinya tak pernah berapi-api namun serat akan subtansi. Ya, dia adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Dalam kepemimpinannya, organisasi yang didirikan oleh Kiai Ahmad Dahlan tersebut kini menginternasional dan semakin eksis dalam kontribusinya untuk global.
Dalam kepemimpinannya Haedar Nashir selama lima tahun ini, salah satunya Muhammadiyah sudah berhasil mendirikan universitas pertama di Malaysia, yang diberi nama Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).
Selain itu, juga sekolah yang didirikan oleh Muhammadiyah di Australia, Muhammadiyah Australia College (MAC), sudah resmi mendapatkan izin operasional. Tentu, semua itu hasil dari kerja sama dan kerja yang sungguh-sungguh pemimpin-pemimpin di perserikatan.
Menurut Haedar Nashir, dalam memimpin Muhammadiyah bukanlah sebuah jabatan untuk mencari ketenaran apalagi kekayaan dan kekuasaan. Namun untuk berkhidmat dan bermanfaat untuk bangsa, negara dan dunia.
"Tidak ada yang abadi termasuk dalam posisi dan jabatan. Dan kita diajari oleh Muhammadiyah, jangan mencari jabatan, sekali diberi amanah tunaikan dengan baik. Dan ketika diberikan amanah, tetap berkhidmat," ujarnya.
Sekilas Tentang Haedar Nashir
Haedar Nashir adalah kelahiran Bandung, 28 Februari 1958. Ia bergabung dengan Muhammadiyah tahun 1983. Dengan nomor anggota 545549. Tahun itu, ia dipercaya jadi Ketua I PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Tahun 1985-1990 karirnya meningkat. Ia menduduki Deputi Kader PP Pemuda Muhammadiyah hingga Ketua Badan Pendidikan Kader dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah. Selain aktif di Muhammadiyah, ia juga bekerja jadi dosen di Program Dokter Politik Islam di Pascasarjana UMY.
Di pendidikan agama, ia sudah sejak kecil mendapatkannya. Ia pernah di Madrasah Ibtidaiyah Ciparay, Bandung. Meski pendidikan selanjutnya di SMP Muhammadiyah III dan SMAN 10 Bandung, ia juga jadi santri di Pondok Cintawana, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Lalu untuk sekolah menengah, ia melanjutkan di APMD, atau Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa di Yogyakarta dan jadi lulusan terbaik. Begitu juga dengan program pasca sarjananya. Ia berhasil lulus S2 dan S3 di UGM dengan status cum laude.
Seiring intelektualitas dan keilmuannya yang makin berkualitas, karir Haedar makin tinggi. Dari Pemuda Muhammadiyah, ia diberikan amanah jadi Sekretaris PP Muhammadiyah hingga Ketua PP Muhammadiyah.
Lalu puncaknya, pada Muktamar ke-47 Muhammadiyah Makassar Agustus 2015 lalu, ia memperoleh suara terbanyak. Dan Haedar Nashir pun resmi menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah 2015-2020. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




