Kisah Ridwan, Santri Ponpes Al Khoziny yang Tak Pernah Absen di Mushala
TIMES Aceh/M Naim, tetangga dekat M. Ridwan sekaligus pengurus Musala Al Karomah yang turut datang menjemput jenazah Ridwan di RS Bhayangkara. (Foto : Hamida Soetadji)

Kisah Ridwan, Santri Ponpes Al Khoziny yang Tak Pernah Absen di Mushala

Kepergian M Ridwan Sahari, salah satu korban ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

TIMES Aceh,Minggu 12 Oktober 2025, 17:23 WIB
205.5K
S
Siti Nur Faizah

SURABAYAKepergian M Ridwan Sahari, salah satu korban ambruknya Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Tak ada yang menyangka, putra bungsu dari tiga bersaudara itu akan pergi secepat ini. Meski berat, keluarga berusaha ikhlas dan meyakini semua sudah menjadi bagian dari rencana Allah SWT.

Ridwan dikenal sebagai remaja yang rajin berjamaah di Mushala Al-Karomah, tak jauh dari rumahnya di Bendul Merisi, Surabaya.

M. Naim, tetangga sekaligus pengasuh mushala itu, masih mengingat betul kebiasaan Ridwan yang tak pernah absen shalat berjamaah, bahkan saat pulang liburan dari pesantren.

“Shalatnya bagus. Waktu libur pesantren di bulan Maulid kemarin, dia tetap di musala. Setiap ada jamaah, pasti ikut,” kenang Naim.

Sejak kecil, Ridwan juga tekun belajar di TPQ Mushala Al-Karomah. Dari tahap tilawati, membaca Al-Quran, hingga belajar dasar-dasar nahwu sharaf, semua sudah ia tuntaskan.

Maka tak heran, ketika lulus SD, Ridwan memilih melanjutkan pendidikan ke pesantren, meneruskan tradisi belajar yang telah ia mulai sejak kecil.

article
Jenazah M. Ridwan saat akan diantar pulang. (Foto: Luluk Listiani/TIMES Indonesia)

Naim menuturkan, kedua orang tua Ridwan juga aktif di mushala dan merupakan lulusan pondok pesantren. Keluarga pun percaya, kepergian Ridwan adalah cara terbaik Tuhan memanggil anaknya pulang.

“Ridwan ini tanpa diminta sudah husnul khatimah. Tanpa diminta mati syahid, sudah mati syahid. Syahidnya berlipat-lipat. Mungkin hari Senin dia puasa, lalu sedang salat,” ujar Naim pelan.

Keluarga berencana memakamkan Ridwan di Pamekasan, tempat keluarga besarnya tinggal.

Saat penyerahan jenazah di RS Bhayangkara Surabaya, Sabtu (11/10/2025) malam, sang ayah dan dua kakaknya datang menjemput dan menatap Ridwan untuk terakhir kalinya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Siti Nur Faizah
|
Editor:Tim Redaksi