Tiga Kesalahan Saat Salaman Lebaran yang Tanpa Sadar Sering Kita Lakukan
TIMES Aceh/Ilustrasi bersalam-salaman saat Lebaran (FOTO: TIMES Indonesia)

Tiga Kesalahan Saat Salaman Lebaran yang Tanpa Sadar Sering Kita Lakukan

Bersalam-salaman saat Lebaran adalah momen sakral untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Namun, tanpa disadari, banyak dari kita melakukan kesalahan yang justru mengurangi makna tradisi ini.

TIMES Aceh,Selasa 1 April 2025, 07:35 WIB
1.4M
F
Faizal R Arief

MALANGBersalam-salaman saat Lebaran adalah momen sakral untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Namun, tanpa disadari, banyak dari kita melakukan kesalahan yang justru mengurangi makna tradisi ini.

Dirangkum dari pakar etiket dan tradisi Islam, berikut 5 kesalahan umum saat bersalaman beserta solusinya:

1. Tidak Menundukkan Pandangan Saat Bersalaman

Tanpa kita sadari, kita menyalami sambil melihat ke arah lain atau malah sibuk dengan ponsel. Sikap seperti ini dinilai banyak orang tidak tulus dan cenderung menyebabkan kesan meremehkan.

Cobalah saat bersalaman, tatap mata lawan bicara kita 2-3 detik. Dan jauhkan gawai selama silaturahmi sedang berlangsung.

2. Ucapan yang Terlalu Singkat dan Formal

Ini sering kita lakukan: hanya mengatakan "maaf lahir batin" tanpa kontak mata atau senyuman.

Cobalah dengan menambahkan tambahkan sedikit doa: "Semoga kita semua diberi berkah dan kesehatan"

Atau, tambahkan denga menyebut nama: "Pak Agus, saya mohon maaf lahir batin ya". Dengan menambahkan nama, ada makna penghargaan di sana. Cobalah kali ini.. 

3. Tidak Membungkukkan Badan Sedikit

Banyak yang tidak paham makna membungkukkan badan saat menghormati seseorang. Tradisi membungkuk 15 derajat di Jepang adalah bentuk penghormatan terhadap sesama. Di Jawa, membungkuk adalah simbol penting soal kerendahan hati.

Coba terapkan hal tersebut saat bersalaman. Condongkan badan sedikit ke depan namun jangan berlebihan agar tidak terkesan dibuat-buat.

Ketika kita sedikit membungkuk saat bersalaman kepada yang tua, yang sepadan maupun yang lebih muda, maka sikap Anda itu akan dihargai sebagai penghormatam yang tulus antarmanusia. 

                                                                                         ---------------------------------

Salam-salaman Lebaran seharusnya menjadi momen penuh makna, bukan sekadar formalitas.

Dengan menghindari 3 kesalahan di atas tadi Anda bisa lebih memperdalam silaturahmi dan menunjukkan penghormatan tulus. 

Selamat lebaran...

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Faizal R Arief
|
Editor:Tim Redaksi